Thursday, April 11, 2013

Ketika Wanita ...

“Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya, melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya…”

“Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya, melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya…”

“Ketika wanita menangis, itu bukan karena dia ingin terlihat lemah, melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura – pura kuat”

Mengapa wanita menangis?

Karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan…
Kami tidak pernah menuntut banyak kecuali pengertian…
Kadang kami terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin di mata lelaki seperti kalian, kami ini hanyalah makhluk yang menyusahkan…

Tapi ketahuilah, kami masih tetap berdiri tegar meski kalian telah menghantam kami dengan banyak rasa sakit yang mendera…
Kami masih tetap seperti orang yang sama ketika kalian berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa…
Meski kami terlihat tidak peduli, meski kami terlihat mengacuhkan, tapi percayalah jauh dilubuk hati kami, kami punya sejuta doa untuk kalian…

Karena kita ditakdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalani kesendirian…
Kami memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaan kami, itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kami, kaum wanita…
Karena Tuhan ciptakan ruang luas di bawah hati kami untuk tempat bernaungnya hasil-hasil cinta kita…
Karena ya, lagi – lagi kami ini wanita, dimana Tuhan menakdirkan kami sebagai makluk yang akan selalu terlihat lemah diluar tapi kuat didalamnya…

Karena tanpa kalian sadari, kalian juga membutuhkan kami sebesar kami membutuhkan kalian…
Hidup ini penuh cobaan, dimana banyak rintangan yang menerpa karena itu,

Tuhan menakdirkan kita bersatu untuk melawan segala cobaan…
Maka hargailah keberadaan kami, sekecil apapun artinya dalam hidup kalian

Wednesday, April 10, 2013

Jangan Datang Malam Ini ~ Padi

Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku… detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Disaat ini… di tempat ini…

Di pelupuk hatiku melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya

Apapun yang terjadi
Kau tahu, sebenarnya hidupku
Sudah menyenangkan…
Saat ini sudah cukup… cukup sudah…cukup sudah
Ku berbahagia
Tak sepatutnya kita berjumpa lagi
Tak sepantasnya aku
Menyimpan perasan di satu tanganku yang lain

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya

Semua tlah berakhir di hari itu
Tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
Aku tak bisa menjadikan semunya sempurna
Hanya keinginan yang terbaik
Bagi semuaa…

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya
(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan…)
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya
Kau datang disini, terlanjur… mengejutkanku
 
Copyright © fristly's stories