kamu yang selalu ada disaat aku senang
kamu yang selalu ada disaat aku sedih
kamu yang selalu ada disaat aku tertawa
kamu yang selalu ada disaat aku menangis
Kamu yang selalu ada
menghiasi hari ku setiap saat
kamu yang selalu ada untuk kumarahin, kujahilin, kuisengin
kamu yang selalu menemaniku setiap saat
kamu yang selalu ada saat aku butuhkan
aku yang terlalu manja
aku yang suka seenaknya
aku yang tidak perhatian
aku yang cuek
aku yang egois
kita yang saling menopang satu sama lain saat rapuh
kita yang saling membutuhkan
kita yang selalu bersama
...
Sekarang tidak ada lagi 'kamu yang' , 'aku yang' atau 'kita
yang'.
