bangun pagi di hari paskah. Hari terakhir dibulan yang
selalu menjadi istimewa untukku stiap tahun.
entah kenapa semalam aku mimpi tentangmu Reyn. Mengulang
kembali hari-hari gila kita dulu. Mengulang kembali hari-hari kelam ku.
Kamu sahabat, kakak sekaligus musuh terbaik yang pernah
hadir di hidupku. Walaupun hanya sebentar kita bersama, tapi aku gak akan
pernah lupa masa-masa itu.
Mungkin aku ini bukan sahabat yang baik untukmu, mungkin aku
ini bukan adik yang baik untukmu, tapi aku musuh yang payah untuk melawanmu.
Karena aku selalu kalah kalo berhadapan denganmu.
Aku selalu ingat bagaimana caramu marah kepadaku. Aku selalu
ingat caramu kalo tertawa. Aku selalu ingat ekspresi mu kalo mau ngejailin
orang. Tapi aku gak pernah ingat wajahmu dikala sedih, karena hanya satu
ekspresi itu yang tidak pernah kamu tunjukkan kepadaku selama ini.
reyn, aku selalu iri padamu. Kamu yang selalu tampak ceria
tanpa beban, ternyata menyimpan suatu rahasia yang membuatku merasa gagal
sebagai sahabatmu.
Sahabat macam apa aku ini sampai-sampai tidak tau kalo
sahabatnya kritis. Aku masi menyesali hari itu reyn. Sampai sekarang, iya ..
Sampai aku membuat tulisan ini. Masi ada penyesalan yang teramat dalam yang
membuat aku gagal sebagai sahabat juga adikmu.
Aku ingat bagaimana kamu tersenyum padaku di hari itu, aku
ingat apa yang kamu ucapkan saat itu. ekspresi tenang mu itu seakan-akan tidak
terjadi apa-apa. Mungkin hari itu kamu melarang aku menangis, tapi hari ini
pagi ini air mata ini tidak bisa dilarang.
~jangan ngana menangis ris, ini so dp jalan. Qta mau ngana
berubah. Inga mama papa, cuma p ngana tu harapan. Qta titip mimpi jo p ngana.
Sori qta nda bisa btamang akang~
sekarang, setelah berapa tahun kamu pergi masi tersimpan
rapi semua kenangan itu didalam hati dan memori ingatanku. Semua tawa, tangis,
marah dan perbuatan kita dulu.
Laut .. tempat kita stiap malam menghabiskan waktu bersama
dalam diam. Berbicara isi hati dan pikiran pada ombak. Tau gak reyn, sampai
sekarang aku masi ngelakuin hal itu. Seperti yang kamu bilang, "biarkan
ombak datang kemudian pergi membawa masalahmu". Laut, ombak, malam dan
bintang masi selalu menjadi teman terbaik kita saat sedih. Aku bisa menangis
sepuasnya disana tanpa takut suaraku didengar orang karena suara ombak masi lebih
nyaring dari suara isak tangisku.
Reyn, aku yang sekarang udah mulai bisa berubah loch.
Seengganya sedikit berubah jadi yang lebih baik dibanding waktu itu. Berbangga
sedikit boleh donk aku. Mungkin kalo sekarang kamu liat aku dari atas sana,
kamu bisa sedikit tersenyum. Please :D
paling gak, aku udah ga denger lagi kata-katamu yang bilang
aku anak manja dan cengeng!
Reyn, sebenarnya masi banyak yang mau aku ceritain ke kamu.
Tapi, kamu tau kan kenapa! Aku yakin, biar aku gak cerita pasti kamu selalu memperhatikan
aku dari atas sana. Selalu ngawasi aku seperti yang kamu lakuin dulu, setiap
hari.
Semuanya baru terasa berharga, saat tidak ada lagi. Maaf
jika aku bukan sahabat dan adik yang baik untuk kamu. maaf dulu aku selalu
bikin kamu marah, kesel dan khawatir. Aku tau kamu nglakuin itu semua karna
sayang yang sangat besar itu. Dan aku tau, kalo selama ini aku belum berterima
kasih untuk semua itu. Semoga kamu selalu mendapatkan tempat terbaik disana.
Tempat terindah yang pernah kita mimpikan bersama.
