Sunday, March 31, 2013

31 Maret



bangun pagi di hari paskah. Hari terakhir dibulan yang selalu menjadi istimewa untukku stiap tahun.
entah kenapa semalam aku mimpi tentangmu Reyn. Mengulang kembali hari-hari gila kita dulu. Mengulang kembali hari-hari kelam ku.
Kamu sahabat, kakak sekaligus musuh terbaik yang pernah hadir di hidupku. Walaupun hanya sebentar kita bersama, tapi aku gak akan pernah lupa masa-masa itu.
Mungkin aku ini bukan sahabat yang baik untukmu, mungkin aku ini bukan adik yang baik untukmu, tapi aku musuh yang payah untuk melawanmu. Karena aku selalu kalah kalo berhadapan denganmu.
Aku selalu ingat bagaimana caramu marah kepadaku. Aku selalu ingat caramu kalo tertawa. Aku selalu ingat ekspresi mu kalo mau ngejailin orang. Tapi aku gak pernah ingat wajahmu dikala sedih, karena hanya satu ekspresi itu yang tidak pernah kamu tunjukkan kepadaku selama ini.
reyn, aku selalu iri padamu. Kamu yang selalu tampak ceria tanpa beban, ternyata menyimpan suatu rahasia yang membuatku merasa gagal sebagai sahabatmu.
Sahabat macam apa aku ini sampai-sampai tidak tau kalo sahabatnya kritis. Aku masi menyesali hari itu reyn. Sampai sekarang, iya .. Sampai aku membuat tulisan ini. Masi ada penyesalan yang teramat dalam yang membuat aku gagal sebagai sahabat juga adikmu.
Aku ingat bagaimana kamu tersenyum padaku di hari itu, aku ingat apa yang kamu ucapkan saat itu. ekspresi tenang mu itu seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Mungkin hari itu kamu melarang aku menangis, tapi hari ini pagi ini air mata ini tidak bisa dilarang.

~jangan ngana menangis ris, ini so dp jalan. Qta mau ngana berubah. Inga mama papa, cuma p ngana tu harapan. Qta titip mimpi jo p ngana. Sori qta nda bisa btamang akang~



sekarang, setelah berapa tahun kamu pergi masi tersimpan rapi semua kenangan itu didalam hati dan memori ingatanku. Semua tawa, tangis, marah dan perbuatan kita dulu.
Laut .. tempat kita stiap malam menghabiskan waktu bersama dalam diam. Berbicara isi hati dan pikiran pada ombak. Tau gak reyn, sampai sekarang aku masi ngelakuin hal itu. Seperti yang kamu bilang, "biarkan ombak datang kemudian pergi membawa masalahmu". Laut, ombak, malam dan bintang masi selalu menjadi teman terbaik kita saat sedih. Aku bisa menangis sepuasnya disana tanpa takut suaraku didengar orang karena suara ombak masi lebih nyaring dari suara isak tangisku.
Reyn, aku yang sekarang udah mulai bisa berubah loch. Seengganya sedikit berubah jadi yang lebih baik dibanding waktu itu. Berbangga sedikit boleh donk aku. Mungkin kalo sekarang kamu liat aku dari atas sana, kamu bisa sedikit tersenyum. Please :D
paling gak, aku udah ga denger lagi kata-katamu yang bilang aku anak manja dan cengeng!
Reyn, sebenarnya masi banyak yang mau aku ceritain ke kamu. Tapi, kamu tau kan kenapa! Aku yakin, biar aku gak cerita pasti kamu selalu memperhatikan aku dari atas sana. Selalu ngawasi aku seperti yang kamu lakuin dulu, setiap hari.

Semuanya baru terasa berharga, saat tidak ada lagi. Maaf jika aku bukan sahabat dan adik yang baik untuk kamu. maaf dulu aku selalu bikin kamu marah, kesel dan khawatir. Aku tau kamu nglakuin itu semua karna sayang yang sangat besar itu. Dan aku tau, kalo selama ini aku belum berterima kasih untuk semua itu. Semoga kamu selalu mendapatkan tempat terbaik disana. Tempat terindah yang pernah kita mimpikan bersama.




TERIMA KASIH SAHABAT DAN KAKAK TERBAIK, REYNE ~ 31 Maret
 
Copyright © fristly's stories